Posted in Google Search Console, Webmaster

Situs saya kok tidak diindeks?

Ini pertanyaan yang sering sekali muncul di Forum Bantuan Webmaster Google. Ada tiga skenario yang biasanya dialami webmaster:

  1. Ketika mencari di Google dengan operator site: situsnya tidak ketemu sama sekali
  2. Situsnya ketemu di Google, tapi di Search Console laporan pengindeksan nol
  3. Ketika mencari di Google dengan kata kunci yang ditargetkan, situsnya tidak ketemu

Mari kita bahas satu per satu.

(1) Situs tidak ketemu di hasil pencarian

Untuk mencari tau URL mana saja dari situs kita yang diindeks Google, bisa menggunakan operator site: —Contoh: [site:example.com/]

Maka di hasil pencarian akan muncul URL-URL dari domain example.com yang telah diindeks.

Nah, kalau ketika menggunakan operator ini situsnya tidak muncul sama sekali, berarti ada masalah. Ada berbagai kemungkinan, antara lain:

  • Situsnya masih sangat baru dan belum ditemukan oleh Google –> berarti ditunggu saja beberapa hari/minggu
  • Situsnya terkena tindakan manual atau ada masalah keamanan –> cek pesan di Search Console
  • Situsnya memblokir diri sendiri dari Google dengan file robots.txt atau tag ‘noindex’ atau dilindungi sandi –> cek pakai Inspeksi URL di Search Console
  • Situsnya sempat dihapus pakai Fitur Hapus URL di Search Console alias gol bunuh diri –> cek di halaman Hapus URL di Search Console, dan klik “sertakan kembali”.

(2) Situs ketemu di hasil pencarian, tapi laporan pengindeksan nol

Jadi ketika dicari pakai operator site: atau dengan mengetik nama domain saja situs sudah ketemu di hasil pencarian. Tapi anehnya, di Search Console di bagian Cakupan Indeks tidak ada data. Atau kalaupun ada data pengindeksan, sedikit sekali yang diindeks.

Nah, kalau kasusnya begini, maka perlu dicek Anda sedang memeriksa properti yang mana. Sebuah situs bisa terdiri dari beberapa varian URL. Pakai https atau http, pakai www atau non www, pakai m dot, dsb, itu semua diperlakukan berbeda oleh Google. Dan data pengindeksannya juga akan masuk ke properti varian masing-masing.

Jadi kalau situsnya menggunakan URL utama https://www, dan varian lain dialihkan ke URL utama tsb, maka wajar kalau varian lain-lain tidak diindeks. Jadi data pengindeksannya tidak ada.

Maka pastikan Anda mengecek di varian properti yang benar.


Ya. Anda boleh dan bahkan dianjurkan untuk memverifikasi semua varian URL di Search Console. Baik yang http://, http://www, https://, https://www, m-dot, atau subdomain/subfolder lainnya.


Pelajari: Menambahkan properti situs web

(3) Situs tidak muncul di urutan atas kalau dicari dengan kueri tertentu

Situs Anda tentang resep masakan, misalnya, dan ketika dicari dengan kata kunci [resep nasi goreng mudah] situs Anda tidak muncul. Kalau dicari pakai site:example.com ketemu sih. Tapi kan maunya muncul kalau orang mencari “resep nasi goreng mudah”.

Nah, ini persoalan yang lain lagi. Berkaitan dengan SEO. Google punya Panduan Memulai SEO yang perlu dibaca dengan seksama.

Kalau dari saya sih, tidak usah pusing soal peringkat. Terus aja fokus membuat konten yang Anda gemari dan kuasai, yang ingin Anda share kepada dunia. Perhatikan kaidah penulisan (kalau itu teks), perhatikan kualitasnya (baik itu teks, gambar maupun video). Dan utamakan niat baik, yaitu supaya konten ini bermanfaat buat pengunjung.

Niat baik dan usaha baik tak pernah sia-sia. Kira-kira begitulah nasihat SEO bagi pemula a la techrina šŸ™‚

Bahasan lebih detil tentang SEO akan saya buat di tulisan terpisah.
Ikuti terus blog ini, ya. 

Baca juga pos dari Forum Bantuan Webmaster Google: FAQ: Mengapa situs saya tidak diindeks?

Author:

Happiness Engineer at Automattic | WordPress enthusiast | Google Product Expert for Google Search, Translate and Webmaster (ID) forum | Lives in Bali | Singing all the time šŸŽµ

Leave a Reply